PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA (PPNI) PROVINSI BALI MERAYAKAN HUT KE 47

0
222

Bertempat di Gedung Gajah Jayasabha, Rabu 17 Maret 2021 segenap pengurus DPW, Himpunan/ Seminat,  DPD, DPK PPNI se Bali  merayakan HUT PPNI ke 47 bersama Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. Perayaan ulang tahun digelar secara sederhana secara luring dan daring oleh anggota PPNI di seluruh Bali baik di unit pelayanan maupun unit pendidikan. Tema HUT kali ini adalah “Perawat Tangguh, Indonesia Bebas Covid-19, Masyarakat Sehat”.  

Dalam Sambutannya ketua DPW PPNI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, SKp., M.Kes. menyampaikan ucapan terimakasih dan rasa bangga kepada seluruh perawat di Bali utamanya kepada Bapak Gubernur  Dr. Ir. I wayan Koster, MM yang telah memberikan dukungan moril dan fasilitasi untuk kegiatan HUT PPNI ke 47. Perjalanan panjang sejak dibentuk 17 Maret 1974 PPNI selaku organisasi profesi perawat telah terus berkembang bersama Bangsa ini dan berperan dalam pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia.

Bersama telah kita ketahui, dalam penanganan Covid-19 yang melanda Indonesia dibutuhkan ketangguhan serta semangant juang yang tinggi. Untuk itu diharapkan perawat agar tetap terjaga menghadapi segala potensi yang dapat mengguncang fisik dan mental dalam peran dan tugasnya sebagai pemberi pelayanan kesehatan. Sampai saat ini jumlah anggota PPNI Bali sebanyak 14.015 telah merapatkan barisan bersama seluruh DPD Kabupaten/Kota membentuk satgas Covid-19, yang salah satu tujuannya disamping tetap memberikan pelayanan asuhan keperawatan kepada masyarakat, juga mengupayakan tidak ada satupun dari tenaga keperawatan di Bali yang gugur dalam tugas keperawatannya. PPNI telah menyiapkan relawan untuk memberikan edukasi dan sosialisai pedoman penatalaksanaan asuhan keperawatan Covid-19 bagi tenaga kesehatan mengumpulkan dan mendistribusikan APD dan suplemen bagi perawat yang merawat langsung pasien Covid-19, kegiatan senam yoga, meditasi prana bagi perawat dan masyarakat yang sedang menjalani karantina. Untuk update kompetensi dan pengetahuan anggota, PPNI menyediakan media zoom secara gratis. Dari data yang diinput dari masing-masing DPD terlaporkan 696 orang perawat di bali terkonfirmasi Covid-19 dan 3 diantaranya gugur dalam melaksanakan tugas

Berkenaan dengan HUT PPNI kegiatan difokuskan kepada edukasi kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi dan protocol kesehatan di masa pandemi, temu kader, mengunjungi para tokoh dan senior keperawatan di Bali, seminar dan perlombaan yang mengarah kepada edukasi pencegahan penyebaran covid-19. Pada akhir sambutannya ketua PPNI mengingatkan kepada anggota dan pengurus bahwa satu tugas mulia yang diberikan kepada PPNI sudah tertunda satu tahun adalah sebagai tuan rumah MUNAS X PPNI dan mohon dukungan dari pemerintah Provinsi Bali, semoga pandemic cepat berlalu dan kegiatan ini bisa segera dilaksanakan.

Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan terima kasi dan rasa bangga serta rasa hormat kepada perawat yang tidak saja sebagai garda terdepan penangan covid-19 tetapi juga garda paling belakang dalam memberikan promosi kesehatan. Perkembangan edukasi dari 3 M kini ditingkatkan menjadi 6 M (Mencuci tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mengurangi bepergian, Menjaga Immunitas dan Mentaati Peraturan). Di hulu perawat bertugas meningkatkan pelaksanaan 6 M sedangkan di hilir melakukan 3T dan 1 I (Testing, Tracing, Treatment, Isolasi). Dengan upaya tersebut diharapkan angka kesembuhan akan meningkat dan kasus baru serta kematian berkurang.

Gubernur Bali berharap, Perawat memberi dukungan terhadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 minimal 70% dari seluruh penduduk Bali sehingga bisa tercipta Health Community. Menjawab tantangan ini maka peran perawat sangatlah penting sebagai tenaga kesehatan terbanyak. Langkah terdekat akan dibuatkan sentra vaksinasi di setiap Kabupaten/Kota sehingga jangkauan target menjadi lebih banyak. Dengan immunisasi maka resiko terkena Covid-19 3 kali lebih kecil dibandingkan dengan tidak divaksinasi. Pada kesempatan tersebut dr. Suarjaya juga menginformasikan adanya pergeseran interval vaksinasi I dengan II dari 14 hari menjadi 28 hari. Edaran ini berlaku bagi yang divaksinasi dari tanggal 17 Maret 2021, bagi yang telah divaksinasi sebelumnya, pelaksanaan vaksinasi kedua tetap dengan interval 14 hari. Dengan tercapainya target tersebut akan mendukung tercapainya zone hijau dan Munas PPNI X dapat terselenggara. Mengakhiri sambutannya Kepala Dinkes Provinsi Bali menyampaikan Selamat Ulang Tahun kepada PPNI yang ke 47 semoga menjadi perawat tangguh dan mewujudkan masyarakat sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here